Bawaslu Kota Tarakan terima masukan Gerkatin, Dorong Pemilu Lebih Ramah Disabilitas
|
Tarakan – Bawaslu Kota Tarakan menerima masukan dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) DPC Tarakan terkait peningkatan aksesibilitas pemilih tuli di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Masukan tersebut disampaikan dalam audiensi yang dirangkaikan dengan sosialisasi dasar bahasa isyarat bersama Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Rabu (22/7).
Dalam pertemuan itu, GERKATIN menyampaikan sejumlah kendala yang masih berpotensi dihadapi pemilih tuli saat berada di TPS. Salah satunya adalah sistem pemanggilan antrean yang masih mengandalkan pengeras suara. Kondisi tersebut dinilai dapat menyebabkan pemilih tuli tidak mengetahui saat nomor antreannya dipanggil.
Sebagai solusi, Perwakilan PPDI, Ajeng, mengusulkan penerapan sistem pemanggilan secara visual melalui papan informasi atau layar monitor. Selain itu, penggunaan isyarat sebagai penanda giliran juga bisa menjadi alternatif.
Selain itu, Ajeng berharap penyelenggara pemilu penyediaan materi sosialisasi kepemiluan yang lebih aksesibel kepada kawan-kawan disabilitas.
“Kebanyakan kawan-kawan kami kebingungan di TPS karena kurang mengetahui jenis-jenis surat suara dan calon yang akan di pilih” ungkapnya.
Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Riswanto, mengapresiasi masukan yang disampaikan GERKATIN. Ia menilai berbagai masukan tersebut penting sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepemiluan yang lebih inklusif.
“Masukan dari GERKATIN menjadi perhatian penting bagi kami. Bawaslu berkomitmen untuk terus mendorong penyelenggaraan pemilu yang inklusif sehingga setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, dapat menggunakan hak pilihnya dengan mudah, aman, dan setara,” ujar Riswanto.
Ia menambahkan, masukan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan bersama KPU Kota Tarakan sebagai penyelenggara teknis pemilu. Koordinasi tersebut diharapkan dapat mendorong penerapan berbagai langkah yang memungkinkan pemilih tuli memperoleh pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan aksesibilitas mereka di TPS.
Kegiatan audiensi berlangsung dalam suasana interaktif. Selain jajaran Bawaslu Kota Tarakan, kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan GERKATIN DPC Tarakan dan PPDI. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sosialisasi dasar bahasa isyarat sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman jajaran terhadap komunikasi yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas tuli.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tarakan berharap sinergi dengan organisasi penyandang disabilitas dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan pelayanan publik dan penyelenggaraan pemilu yang menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, aksesibilitas, serta perlindungan hak konstitusional setiap warga negara.
Penulis : Wiwiek
Foto : humas
Penanggung Jawab : Saifullah