Insight Espresso Bawaslu Kota Tarakan Dorong Pegawai kembangkan Talenta
|
Tarakan – Bawaslu Kota Tarakan melaksanakan “Insight Espresso : Seduhan Ilmu dalam Satu Sesi” saat kegiatan Coffee Morning sebagai ruang berbagi pengetahuan sekaligus mendorong pengembangan kompetensi pegawai di lingkungan Bawaslu Kota Tarakan, Senin (14/9).
Coffee Morning dipimpin langsung Anggota Bawaslu Kota Tarakan, A.Muh.Saifullah. didahului Dengan penyampaian dari Risa Winandan selaku narasumber dalam Insight Espresso dengan mengangkat tema “Mengasah Talenta, Berani Berkarya”.
Dalam pemaparannya, Risa menjelaskan bahwa setiap pegawai memiliki potensi dan talenta yang berbeda. Namun, tidak semua talenta dapat langsung terlihat karena masih terdapat pegawai yang memiliki ide tetapi ragu menyampaikannya, maupun memiliki kemampuan tetapi takut salah atau dinilai oleh orang lain.
“Talenta tidak selalu terlihat dari siapa yang paling banyak bicara, tetapi dari siapa yang diberi ruang untuk berkembang agar menjadi karya,” menjadi salah satu pesan utama dalam materi yang disampaikan.
Risa menjelaskan bahwa kemampuan teknis perlu diimbangi dengan soft skill. Keberanian untuk bertanya dan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dalam proses pengembangan talenta pegawai.
Menurutnya, perjalanan dari potensi menjadi karya membutuhkan sejumlah tahapan, yakni potensi, talenta, diasah, kreatif dan inovatif, keberanian, kesempatan, hingga akhirnya menghasilkan karya.
Pengembangan talenta juga dapat dilakukan melalui character building dan pembelajaran yang aplikatif. Dengan proses tersebut, keberanian, kreativitas, dan kemampuan berinovasi diharapkan semakin meningkat. Beberapa kompetensi yang perlu dikembangkan antara lain public speaking, problem solving, teamwork, kepemimpinan, keberanian bertanya dan berpendapat, entrepreneurial mindset, serta kemampuan berpikir kreatif dan inovatif.
Lebih lanjut, Risa mengungkapkan sejumlah faktor yang kerap membuat talenta pegawai tidak berkembang, seperti takut salah, takut dikritik, kurang percaya diri, terbiasa pasif dalam diskusi, memiliki ide tetapi memilih diam, serta belum terbiasa melihat masalah sebagai sebuah peluang.
Kondisi tersebut dapat berdampak pada tidak berkembangnya talenta, minimnya ide yang muncul, terhambatnya inovasi, hingga belum maksimalnya kontribusi pegawai terhadap organisasi.
Untuk mendorong talenta agar berkembang menjadi karya, Risa membagikan lima langkah mengasah talenta, yaitu mengenali kekuatan dan minat diri, melatih diri melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi, berani bertanya dan menyampaikan pendapat, mempraktikkan pengetahuan dalam tindakan nyata, serta membagikan pengalaman dan membantu rekan kerja.
Ia juga memberikan contoh sederhana bagaimana talenta dapat berkembang menjadi inovasi di lingkungan kerja. Kemampuan seorang pegawai dalam mengelola arsip, misalnya, dapat diasah melalui pembelajaran digitalisasi dan pengelolaan dokumen. Keberanian untuk berkarya kemudian dapat diwujudkan melalui pembuatan sistem atau ide penataan arsip yang lebih efektif sehingga arsip menjadi lebih tertata, mudah ditemukan, dan pekerjaan menjadi lebih efisien.
Kegitan ini dihadiri juga oleh Kasubbag PPPSH, Wiwiek, Kasubbag Pengawasan dan Humas, Yunita Ariyani dan seluruh staf Bawaslu Kota Tarakan.
Melalui Insight Espresso, Bawaslu Kota Tarakan diharapkan terus membangun budaya belajar di lingkungan kerja. Setiap pegawai tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga diberikan ruang untuk mengembangkan potensi, menyampaikan gagasan, mencoba hal baru, dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi organisasi.
Penulis : Mr_Gr
Foto : humas
Penanggung Jawab : Saifullah