Tarakan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tarakan melakukan Pengawasan Rapat Pleno Terbuka Triwullan III Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Kota Tarakan Tahun 2025, selama Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwullan III ini Bawaslu Kota Tarakan telah melakukan Uji petik dan Pengawasan Coklit Terbatas (Coktas) yang dilaksanakan bersama dengan KPU Kota Tarakan. Uji Petik pertama dilaksanakan di Tanggal 16 Juli 2025 dan Uji Petik Kedua dilaksanakan pada Tanggal 8-12 September 2025 sedangkan untuk pengawasan Coktas Pertama dilaksanakan pada Tanggal 30 Juni 2025 dan Coktas Kedua dilaksanakan pada Tanggal 23-25 September 2025. Bawaslu juga melakukan Pengawasan melekat di Lapas kelas II A Kota Tarakan pada Tanggal 30 September 2025. Adapun Fokus Pengawasan pada Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan ini yaitu :
Data Pemilih TMS (Meninggal Dunia);
Data Pemilih Pindah Masuk dan Pindah Keluar;
Data Pemilih Pemula;
TNI/Polri.
Pengawasan langsung dilakukan dengan cara :
Pengawasan melekat pada saat pelaksanaan Coklit Terbatas (Coktas) bersama KPU Kota Tarakan;
Coktas dilakukan terhadap data pemilih yang TMS (Meninggal Dunia);
Uji Petik dilakukan 16 Juli 2025 (1 Hari) dan 8-12 September 2025 (5 Hari);
Uji Petik dilakukan terhadap data hasil Pleno PDPB Triwulan II.
Pengawasan Lapas Kelas II A Kota Tarakan bersama KPU Kota Tarakan dilakukan pada Tanggal 30 September 2025 (1 Hari).
Berdasarkan Hasil Pengawasan melekat pada Coktas dan Uji Petik yang dilakukan Bawaslu Kota Tarakan masih ditemukan 29 TMS (Meninggal Dunia) yang masih terdaftar di DPT. Kemudian disampaikan melalui saran Perbaikan dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan III.
Bawaslu Kota Tarakan melakukan pengawasan langsung dan memaksimalkan pencegahan dalam tahapan Penyusunan Daftar Pemilih. Salah satu kegiatan pencegahan yang dilakukan yaitu melakukan Uji Petik dan Membuka Posko Aduan Masyarakat (online dan Offline) Pelaksanaan Pengawasan sebagai Tugas Utama Bawaslu juga terus dilakukan.