Menjawab Tantangan Dunia Kerja, Bawaslu Tarakan Hadiri FGD Revisi Kurikulum Ekonomi Pembangunan UBT
|
Tarakan - Seberapa siap dunia pendidikan menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu semangat yang mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop Revisi Kurikulum Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Borneo Tarakan (UBT) Tahun 2026. Ketua Bawaslu Kota Tarakan Riswanto hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung LSIH Lantai 3 UBT, Kamis (20/8).
Kehadiran lintas sektor dalam forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan proses revisi kurikulum tidak hanya berorientasi pada kebutuhan akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan dan kebutuhan nyata di dunia kerja.
Dalam forum tersebut, berbagai perspektif dari stakeholder menjadi bagian penting dalam memberikan masukan terhadap kompetensi yang perlu dimiliki mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan. Perkembangan ekonomi, transformasi dunia kerja, kebutuhan pemerintahan, hingga dinamika sektor jasa keuangan menjadi bagian dari konteks yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum.
Bagi Bawaslu Kota Tarakan, keterlibatan dalam forum akademik seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, integritas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan lingkungan kerja.
Ketua Bawaslu Kota Tarakan Riswanto mengikuti kegiatan bersama peserta lainnya dalam suasana diskusi yang terbuka dan konstruktif. Pertukaran gagasan antarinstansi menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan kelembagaan dengan pengembangan kompetensi generasi muda.
Kolaborasi tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan lingkungan kerja yang menuntut sumber daya manusia memiliki kompetensi yang semakin beragam. Lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan, berpikir kritis, bekerja secara profesional, serta memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Dari perspektif kelembagaan, keterlibatan Bawaslu dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan kelembagaan dengan dunia pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkenalkan kebutuhan kompetensi yang diperlukan dalam lingkungan kerja pemerintahan dan kelembagaan negara.
FGD dan Workshop Revisi Kurikulum Program Studi Ekonomi Pembangunan UBT selanjutnya diharapkan menghasilkan rumusan kurikulum yang semakin relevan, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.
Kegiatan yang mempertemukan unsur akademisi dan berbagai pemangku kepentingan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBT Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si. Forum turut dihadiri pimpinan perbankan Kota Tarakan, perwakilan instansi Pemerintah Daerah Kota Tarakan, serta sejumlah instansi lainnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, perbankan, dan berbagai stakeholder, proses pendidikan diharapkan tidak berhenti pada ruang kelas. Lebih jauh, pendidikan dapat menjadi fondasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah serta penguatan tata kelola kelembagaan.
Penulis : Guslam
Foto : humas
Penanggung Jawab : Saifullah