Kick-Off P2P, Bawaslu Kota Tarakan Usung 40 Peserta berpartisipasi
|
Tarakan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia Gelar Kick Off menyelenggarakan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) secara Dalam Jaringan (Daring) Tahun 2025 pada kamis malam (23/10).
Giat P2P Bawaslu sebagai upaya memperkuat peran serta masyarakat dalam pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis di masa yang akan datang.
Program ini menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan kapasitas bagi masyarakat untuk peduli terhadap pengawasan Pemilu dan Pemilihan, sesuai dengan tema yang diusung “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”.
Bawaslu Kota Tarakan mengusung Sebanyak 40 peserta untuk berpartisipasi mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) secara daring ini.
40 peserta tersebut adalah merupakan Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) berstatus kader aktif, perwakilan organisasi/komunitas yang telah melakukan kemitraan dengan Bawaslu, serta penggiat Pemilu yang ada di Kota Tarakan.
Bawaslu berkomitmen menciptakan pusat pendidikan dan pengembangan kapasitas pengawasan partisipatif yang berkesinambungan. Tujuannya untuk membentuk kader pengawas partisipatif di berbagai daerah, mendorong lahirnya komunitas pengawas pemilu, serta meningkatkan kemampuan masyarakat agar mampu berperan aktif dalam mengawasi proses demokrasi di tingkat lokal hingga nasional.
Kegiatan Kick Off P2P Daring Tahun 2025, diikuti oleh seluruh peserta Se-Indonesia. Selanjutnya, rangkaian pembelajaran akan dilaksanakan secara bertahap, meliputi Pre test tanggal 24 Oktober 2025, pembelajaran audio visual pada 27–31 Oktober 2025 dan pembelajaran modul mulai 27 Oktober hingga 4 November 2025, selanjutnya diskusi daring, penyusunan RTL, post test, penutupan serta sertifikasi.
Anggota Bawaslu Kota Tarakan, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H), A.Muh. Saifullah berharap melalui kegiatan ini peserta tetap berperan aktif di masa non-tahapan hingga saat tahapan Pemilu berikutnya berlangsung. “Mereka mampu melakukan konsolidasi jaringan, edukasi kepemiluan, penguatan komunitas, serta pemantauan langsung pada Pemilu 2029.” Ungkap saiful.
“Dengan kolaborasi, kesadaran, dan pengetahuan yang kuat, Peserta dapat menjadi pengawas partisipatif yang cerdas, kritis, dan berintegritas demi terwujudnya Pemilu bermartabat dan demokrasi yang berkeadilan.” Pungkasnya.