Insight Espresso Episode 8: Budiman F.S Ajak Pegawai Bawaslu Tarakan Bangun Kepemimpinan, Bukan Sekadar Menjadi Pemimpin
|
Tarakan - Bawaslu Kota Tarakan kembali melaksanakan kegiatan Insight Espresso: Seduh Ilmu dalam Satu Sesi Episode 8 dengan mengangkat tema “Leader atau Leadership: Menjadi Pemimpin atau Membangun Kepemimpinan?”. Kegiatan ini menghadirkan Budiman F.S., S.Sos., Penata Kelola Pengawas Pemilu Bawaslu Kota Tarakan, sebagai narasumber, Senin (2/11).
Dalam pemaparannya, Budiman mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan makna kepemimpinan dalam organisasi. Menurutnya, kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan atau posisi seseorang, tetapi lebih kepada bagaimana seseorang mampu memberikan pengaruh positif, menginspirasi, memberdayakan, serta mengembangkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara leader dan leadership. Leader merupakan sosok individu yang memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan, mengambil keputusan, dan membawa tim mencapai tujuan. Sementara itu, leadership merupakan proses dan kemampuan dalam membangun pengaruh, mengembangkan potensi anggota, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendorong pertumbuhan bersama.
“Leader adalah siapa yang memimpin, sedangkan leadership adalah bagaimana kepemimpinan dijalankan dan dikembangkan,”Jelasnya.
Lebih lanjut, Budiman menyampaikan bahwa seorang pemimpin perlu memiliki lima karakter utama, yaitu integritas, tanggung jawab, komunikasi, keteladanan, dan visi. Kelima karakter tersebut menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan serta menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan berorientasi pada tujuan organisasi.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kepemimpinan melalui pemberdayaan anggota, pendelegasian tugas sesuai potensi, pembimbingan, pemberian inspirasi, serta kaderisasi untuk mempersiapkan pemimpin-pemimpin berikutnya.
Dalam materi tersebut, Budiman turut mengingatkan sejumlah tantangan yang kerap dihadapi seorang pemimpin, seperti ego dan kontrol berlebihan, krisis kepercayaan, sikap antikritik, keraguan dalam mendelegasikan tugas, hingga kekhawatiran kehilangan posisi atau pengaruh.
“Pemimpin yang hebat bukanlah orang yang takut digantikan, melainkan orang yang mampu mempersiapkan penerusnya,” tegasnya.
Menurutnya, organisasi yang kuat bukan hanya bergantung pada satu sosok pemimpin, melainkan dibangun melalui kerja sama tim yang setiap anggotanya memiliki kemampuan dan keberanian untuk mengambil peran kepemimpinan.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat kantor Bawaslu Kota Tarakan ini dihadiri juga oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Tarakan, Rahmat Nur, Kasubbag P3SH, Wiwiek, Kasubbag Pengawasan dan Humas, Yunita Ariyani, dan Seluruh Staf Bawaslu Kota Tarakan sebagai peserta.
Melalui kegiatan Insight Espresso Episode 8 ini, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu Kota Tarakan dapat memahami bahwa kepemimpinan bukan hanya tanggung jawab mereka yang menduduki jabatan struktural, tetapi merupakan nilai dan kemampuan yang perlu dikembangkan oleh setiap individu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan refleksi bersama untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif, saling memberdayakan, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang mandiri dan berintegritas di lingkungan Bawaslu Kota Tarakan.
Penulis : Mr_Gr
Foto : Humas
Penanggung Jawab : Saifullah