Bawaslu Tarakan dan DPC LPADKT Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi Demokrasi
|
Tarakan — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tarakan memperkuat komunikasi dan sinergi dengan Dewan Pimpinan Cabang Laskar Pemuda Adat Dayak (DPC LPADKT) Kota Tarakan melalui kegiatan konsolidasi demokrasi. Pertemuan membahas pengawasan partisipatif, pencegahan pelanggaran, hoaks, politik uang, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga demokrasi. Jumat (02/10).
Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Riswanto, mengatakan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, serta berbagai elemen masyarakat diluar tahapan Pemilu.
“Saat ini dimasa non Tahapan merupakan momentum yang sangat penting bagi Bawaslu, karena ketika tahapan pemilu sudah dimulai, tentu kesibukan penyelenggara akan semakin tinggi. Oleh karena itu, kami berupaya memanfaatkan waktu ini untuk berkunjung, bersilaturahmi, dan membangun komunikasi awal dengan seluruh organisasi yang ada di Kota Tarakan” ujar Riswanto.
Menurutnya, komunikasi sejak dini penting dilakukan karena dinamika politik, penyebaran hoaks dan disinformasi, termasuk konten yang dimanipulasi dengan teknologi kecerdasan buatan, berpotensi mempengaruhi masyarakat. Dengan keterbatasan personil Bawaslu dibandingkan jumlah penduduk dan pemilih, partisipasi masyarakat dinilai diperlukan dalam melakukan pengawasan.
Anggota Bawaslu Kota Tarakan, Johnson, menyampaikan bahwa Bawaslu mengedepankan pencegahan dan edukasi sebelum penindakan. Ia menjelaskan, masyarakat atau organisasi yang berpotensi melakukan pelanggaran tidak serta-merta dianggap sebagai pelanggar.
“Kami tidak ingin Bawaslu menjadi seperti jebakan. Kalau ada potensi pelanggaran, kami lebih dahulu menghubungi dan memberikan pemahaman agar tidak terjadi pelanggaran,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPC LPADKT Kota Tarakan, Robinson, menyatakan pihaknya mendukung program pemerintah dan terbuka untuk berkoordinasi dengan Bawaslu. LPADKT juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam agenda demokrasi, termasuk membantu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
LPADKT turut menyampaikan harapan agar sinergi antar lembaga dan organisasi masyarakat dapat mencegah tindakan yang merugikan serta saling menyudutkan. Selain itu, muncul usulan gagasan pada pemilu nantinya, Bawaslu Kota Tarakan melakukan pencegahan melalui Deklarasi Damai yang melibatkan organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, dan elemen masyarakat lainnya untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan pilihan politik, serta menolak konflik dalam proses demokrasi Pemilu di Kota Tarakan.
Sekretaris DPC LPADKT, Charles, juga menekankan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi. Ia menyebut LPADKT terbuka untuk berkolaborasi dengan Bawaslu dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Bawaslu Kota Tarakan A. Muh. Saifullah, Rahmat Nur, serta jajaran pengurus DPC LPADKT Kota Tarakan. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh komunikasi untuk membangun kesamaan pemahaman.
Melalui konsolidasi demokrasi tersebut, Bawaslu Kota Tarakan berharap komunikasi dan koordinasi dengan LPADKT dapat terus berlanjut melalui edukasi politik, pengawasan partisipatif, serta pencegahan terhadap politik uang dan penyebaran berita bohong. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam mengawal demokrasi sekaligus mewujudkan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang aman, damai, tertib, dan kondusif di Kota Tarakan.
Penulis : Cakman
Foto : humas
Penanggung Jawab : Saifullah