Bawaslu Kota Tarakan Ajak Komunitas Literasi Jalanan Perkuat Pemahaman Demokrasi
|
Tarakan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tarakan melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Komunitas Literasi Jalanan Tarakan sebagai upaya memperkuat sinergi dengan komunitas masyarakat dalam meningkatkan literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif menjelang Pemilu 2029, Jumat (9/10).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kota Tarakan menjalin silaturahmi dan membangun komunikasi dengan berbagai organisasi serta komunitas masyarakat. Melalui konsolidasi demokrasi, Bawaslu mendorong keterlibatan masyarakat dalam memahami proses kepemiluan, meningkatkan kesadaran politik, serta berperan aktif dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu yang demokratis dan berintegritas.
Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Riswanto, S.Pd., menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran bersama mengenai peran masyarakat dalam pengawasan Pemilu. Menurutnya, persiapan pengawasan Pemilu 2029 perlu dilakukan sejak dini, mengingat tahapan Pemilu direncanakan mulai berjalan pada 2027.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri dalam mengawal demokrasi. Kami perlu membangun sinergi dengan berbagai organisasi dan komunitas masyarakat, termasuk Komunitas Literasi Jalanan Tarakan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat pemahaman tentang demokrasi dan kepemiluan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Riswanto juga mengajak Komunitas Literasi Jalanan Tarakan untuk mengambil bagian sebagai pemantau Pemilu. Keterlibatan komunitas diharapkan dapat memperluas jangkauan pengawasan partisipatif serta mendorong masyarakat untuk turut mengawasi jalannya proses demokrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Bawaslu Kota Tarakan membuka peluang kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Komunitas Literasi Jalanan Tarakan. Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan kolaborasi dalam meningkatkan literasi demokrasi, pendidikan kepemiluan, dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan partisipatif Pemilu.
Ketua Bawaslu Kota Tarakan juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran sebagai pemilih cerdas. Masyarakat diharapkan menggunakan hak pilih berdasarkan pertimbangan yang rasional, dengan menganalisis rekam jejak, gagasan, program, serta integritas calon, bukan karena iming-iming uang atau bentuk materi lainnya.
“Jadilah pemilih yang cerdas. Tentukan pilihan berdasarkan hasil analisis terhadap calon, rekam jejak, visi, misi, dan program yang ditawarkan. Jangan sampai pilihan kita ditentukan karena uang atau praktik politik uang. Suara masyarakat sangat berharga dan menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan demokrasi,” tegasnya.
Kegitan ini juga dihadiri oleh Anggota bawaslu Kota Tarakan, A.Muh.Saifullah, Johnson, Kasek Bawaslu Kota Tarakan, Rahmat Nur, Kasubbag P3SH, Wiwiek, Kasubbag Pengawasan Pemilu dan Humas, Yunita, staf Bawaslu Kota Tarakan dan Anggota Pengurus Komunitas Literasi Tarakan.
Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Komunitas Literasi Jalanan Tarakan, Bawaslu Kota Tarakan berharap terbangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang demokrasi, mendorong pengawasan partisipatif, serta mencegah praktik politik uang.
Penulis : Mr_Gr
Foto : humas
Penanggung Jawab ; Saifullah